Pancasila, Ideologi Paling Cemerlang

Bhineka Tunggal Eka sebagai falsafah negara sekarang sudah tidak dihayati oleh bangsa Indonesia. Semakin banyak konflik sosial di sekitar kita dan sentimen agama tak pernah lekang. Para pemuka masyarakat menanggapi fenomena tersebut.

12

Friday, September 6, 2013

Blunder Sang Komentator Yang Beragama

Mujahidin Siap Berjihad Hadapi Perang Puputan Pecalang Hindu - voa-islam.com Saya mau protes!!!!!! Memang kalau dibaca-baca (menurut saya) situs tersebut (voa-islam.com) adalah situs yang menabur kebencian serta tidak obyektif! Saya belum protes terhadap penulis berita, tapi pada salah 1 "komentator ulung" yang ikut "menghangatkan" suasana dengan menghubungkannya peristiwa tersebut dengan peristiwa lain, blunder lagi. Langsung saja untuk penampakan sang komentator kita Yth. Saudara Jadul berikut...

Tuesday, August 27, 2013

KMB, IMF, Hutang Indonesia

  Pemerintah kolonial Hindia Belanda sudah memulai kebiasaan berutang bagi pemerintahan di Indonesia. Seluruh utang yang belum dilunasinya pun turut diwariskan, sesuai dengan salah satu hasil Konferensi Meja Bundar (KMB). Penyerahan kedaulatan kepada Republik Indonesia pada waktu itu disertai dengan pengalihan tanggung jawab segala utang pemerintah kolonial. Dilihat dari perspektif utang piutang, maka Republik Indonesia bukanlah negara baru, melainkan pelanjut dari pemerintahan sebelumnya. Tradisi...

Krisis Multidimensional pada Masyarakat Multikultural

Indonesia, saat ini bisa dibilang ada pada masa krisis, krisis ekonomi, krisis mental, sampai krisis kepercayaan. Krisis ekonomi dari pendapatan dan kualitas hidup masyarakatnya, terutama di daerah-daerah terpencil karena pembangunan yang tidak merata. krisis mental dimana kita masih manja, harus dituntun, disuap, digendong oleh pemerintah dari subsidi yang ada. Serta krisis kepercayaan baik secara vertikal maupun horizontal. Umpatan profokatif yang sengaja dilontarkan oknum tertentu menyebar...

Monday, August 26, 2013

Tattoo dan Stigma Sosial Masyarakat

Sampai saat ini, detik ini, sebagian besar masyarakat Indonesia masih belum bisa menerima keberadaan manusia bertatto sepenuhnya. Seorang / kelompok bertatto seringkali mendapatkan label seorang preman, pemberontak, kasar dan suka kekerasan. Diskriminasi terhadap tattoo sebenarnya tidak hanya di Indonesia, masyarakat dan pemerintah Jepang yang notabenenya adalah negara maju juga pernah sangat sensitif akan keberadaan manusia bertattoo. http://www.japansubculture.com/in-japan-tattoos-are-not-just-for-yakuza-anymore/ Di...

Page 1 of 3123Next